In the news

Pemkot Bogor bangun sinergi sains dan kebijakan publik

Source https://megapolitan.antaranews.com/berita/553116/pemkot-bogor-bangun-sinergi-sains-dan-kebijakan-publik

Summary

Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mendorong ilmu pengetahuan dan hasil penelitian terhubung dengan kebijakan publik sehingga dapat menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Bogor, Senin, mengatakan kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kebijakan diperlukan untuk menghadapi perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, pertumbuhan populasi, degradasi lahan, hingga tekanan terhadap sumber daya alam.

"Perubahan iklim, hilangnya biodiversitas, pertumbuhan populasi, degradasi lahan, dan tekanan terhadap sumber daya alam tidak mengenal batas administratif," katanya.

Menurut dia, berbagai persoalan tersebut juga tidak dapat ditangani dengan pendekatan yang dibatasi wilayah administratif.

Oleh karena itu, pemerintah perlu menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebijakan publik, pendidikan, inovasi, serta partisipasi masyarakat.

Dia mengatakan ilmu pengetahuan berperan membantu memahami berbagai tantangan, pendidikan membangun kesadaran, sementara inovasi menghasilkan solusi.

Kolaborasi antar-pihak, menurut dia, juga diperlukan agar pengetahuan yang dihasilkan melalui penelitian dapat diterapkan menjadi tindakan yang memberikan dampak kepada masyarakat.

Ia menilai masyarakat lokal memiliki peran penting karena pengetahuan, pengalaman, dan partisipasi mereka dapat melengkapi penelitian ilmiah sekaligus memastikan program keberlanjutan sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Kami berharap Bogor menjadi ruang hidup bagi perubahan yang nyata, tempat penelitian bertemu, gagasan dibagikan, kemitraan dibangun, dan ilmu pengetahuan menciptakan dampak bagi masyarakat," ujarnya.

Dedie menyampaikan hal tersebut saat menghadiri The 5th International Conference on Tropical Biology diselenggarakan SEAMEO BIOTROP di IPB International Convention Center (IPB ICC).

Ia menilai penyelenggaraan konferensi tersebut sejalan dengan upaya memperkuat Bogor sebagai kota sains yang maju dan berkelanjutan, dengan mempertemukan pengetahuan, inovasi, serta kebutuhan masyarakat.

Direktur SEAMEO BIOTROP Edi Santosa mengatakan Asia salah satu kawasan dengan kekayaan hayati terbesar di dunia. Meski hanya mencakup sekitar 30 persen wilayah dunia, kawasan tersebut memiliki hampir 20 persen biodiversitas dunia.

Namun, katanya, kekayaan biodiversitas tersebut menghadapi tekanan akibat perubahan iklim, perubahan penggunaan lahan, pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan, serta polusi.

"Tantangan ini membutuhkan ilmu pengetahuan, pendidikan, inovasi, intervensi kebijakan, dan tentu saja kolaborasi regional yang kuat. Di sinilah SEAMEO BIOTROP memiliki peran penting," katanya.

The 5th International Conference on Tropical Biology mengangkat tema "Biodiversity Beyond Boundaries, Advancing Global Education, Bioscience and Sustainable Landscapes" untuk membahas berbagai tantangan dan upaya menjaga biodiversitas serta keberlanjutan lingkungan.
Download article

Share this article