In the news

ICTB 2026 di Bogor Perkuat Kolaborasi Global untuk Keanekaragaman Hayati Tropika

Source https://kitaindonesiasatu.com/news/ictb-2026-bogor-kolaborasi-global/

Summary

KITAINDONESIASATU.COM – ICTB 2026 di Bogor resmi dibuka oleh SEAMEO Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP) di IPB International Convention Center (IICC), Kota Bogor, Senin 5 Oktober 2026.

Mengusung tema “Biodiversity Beyond Boundaries: Advancing Global Education, Bioscience, and Sustainable Landscapes”, konferensi internasional ini mempertemukan ilmuwan, pendidik, pembuat kebijakan, praktisi, serta berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara.

ICTB 2026 menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi global sekaligus mendorong lahirnya solusi nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

ICTB 2026, Lebih dari Satu Dekade Membangun Kolaborasi

International Conference on Tropical Biology (ICTB) merupakan salah satu platform internasional yang dikembangkan SEAMEO BIOTROP untuk mempertemukan ilmuwan dan praktisi dalam berbagi hasil penelitian, memperluas jejaring, serta memperkuat kolaborasi di bidang biologi tropika dan keanekaragaman hayati.

Perjalanan ICTB dimulai melalui ICTB 1 yang diselenggarakan di Bogor pada 3–5 Oktober 2013. Forum tersebut menjadi awal penyelenggaraan konferensi internasional SEAMEO BIOTROP sekaligus ruang pertukaran temuan penelitian dan kerja sama ilmiah.

Perjalanan tersebut berlanjut melalui ICTB 2 di Bogor pada 12–13 Oktober 2015. Penyelenggaraan ini semakin memperkuat ICTB sebagai wadah pertukaran pengetahuan dan jejaring ilmiah internasional.

Selanjutnya, ICTB 3 pada 20–21 September 2018 memperluas pembahasan mengenai keanekaragaman hayati tropika, keberlanjutan lingkungan, serta penerapan ilmu pengetahuan dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan.

Memasuki penyelenggaraan keempat, ICTB 4 yang berlangsung di Bogor pada 25–26 Oktober 2023 semakin memperkuat posisi ICTB sebagai forum multidisiplin yang menghubungkan penelitian ilmiah, pendidikan, pengelolaan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Setelah membangun pengalaman, jejaring, dan kolaborasi melalui empat penyelenggaraan sebelumnya, SEAMEO BIOTROP menghadirkan ICTB 2026 sebagai penyelenggaraan kelima pada 5–7 Oktober 2026 di Bogor, Indonesia.

Edisi kelima ini menjadi bagian dari evolusi ICTB menuju platform yang semakin terintegrasi dengan menghubungkan sains, pendidikan, inovasi, kebijakan, dan aksi masyarakat dalam menghadapi tantangan keanekaragaman hayati serta lingkungan yang semakin kompleks.

51 Abstrak ICTB 2026 Berasal dari Lima Negara

ICTB 2026 menerima 51 abstrak atau paper yang dipresentasikan dalam dua kategori, yakni oral presentation dan poster presentation.

Dari keseluruhan abstrak tersebut, sebanyak 43 abstrak dipresentasikan melalui sesi oral presentation. Jumlah tersebut terdiri atas 19 presentasi secara online dan 24 presentasi secara offline.

Sementara itu, sebanyak 8 abstrak dipresentasikan dalam kategori poster presentation, terdiri atas satu presentasi online dan tujuh presentasi offline.

Kontribusi ilmiah dalam ICTB 2026 berasal dari lima negara, yaitu Indonesia, Filipina, Timor-Leste, Malaysia, dan Algeria.

Keikutsertaan tersebut menunjukkan semakin luasnya jejaring kolaborasi yang dibangun melalui forum biologi tropika dan keanekaragaman hayati.

Empat Subtema ICTB 2026 Bahas Tantangan Biodiversitas

Mengangkat tema “Biodiversity Beyond Boundaries: Advancing Global Education, Bioscience, and Sustainable Landscapes”, ICTB 2026 menekankan bahwa tantangan keanekaragaman hayati tidak dapat diselesaikan melalui satu disiplin ilmu maupun satu sektor saja.

Diperlukan kolaborasi antara ilmuwan, lembaga pendidikan, pemerintah, dunia usaha, masyarakat lokal, dan mitra internasional.

Untuk itu, ICTB 2026 menghadirkan empat subtema yang saling terhubung.

Biodiversity Education melalui Geopark dan Taman Nasional

Subtema ini membahas penguatan pendidikan keanekaragaman hayati melalui geopark, taman nasional, serta sistem pembelajaran berbasis bentang alam.

Pengelolaan Lahan Suboptimal dan Lanskap Pascatambang

Pembahasan diarahkan pada strategi pengelolaan lahan suboptimal dan kawasan pascatambang secara berkelanjutan sehingga dapat mendukung pemulihan lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Nature-Based Livelihoods

Subtema Nature-Based Livelihoods menyoroti pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk mendukung mata pencaharian masyarakat tanpa mengabaikan prinsip konservasi.

Bioteknologi untuk Biodiversitas, Lingkungan, dan Perubahan Iklim

Subtema ini mengeksplorasi peran bioteknologi dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, pengelolaan lingkungan, serta upaya menghadapi perubahan iklim.


ICTB 2026 Perkuat Kolaborasi Sains, Pendidikan, dan Kebijakan

Pembukaan ICTB 2026 di Bogor dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi, lembaga penelitian, sekolah alumni pelatihan BIOTROP, instansi pemerintah, praktisi, serta pemangku kebijakan.

Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Teknologi Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Ir. Moch. Abduh, MS.Ed., PhD, yang hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI.

Pembukaan turut dihadiri Deputy Director for Programme and Development at the SEAMEO Secretariat, Prof. Dr. Edi Santosa, Rektor IPB University sekaligus perwakilan Dewan Pembina (Governing Board Member) BIOTROP Dr. Alim Setiawan, Staf Ahli Gubernur Jawa Barat Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dr. Indra Maha, S.T., M.T. yang mewakili Gubernur Jawa Barat, serta Wali Kota Bogor Drs. Dedie Abdul Rachim, M.A.

Dalam sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang disampaikan Ir. Moch. Abduh, MS.Ed., PhD, ditekankan pentingnya peran sentral pendidikan dalam melestarikan keanekaragaman hayati tropis di tengah ancaman deforestasi, alih fungsi lahan, dan krisis iklim.

“Pendidikan keanekaragaman hayati tidak boleh sekadar menghafal spesies atau teori ekologi dari buku teks. Bentang alam kita harus menjadi ruang kelas, hutan kita menjadi laboratorium hidup, sungai menjadi sarana belajar, dan masyarakat menjadi sumber pengetahuan.”

Ia menekankan bahwa guru memiliki peran penting dalam mendorong transformasi pendidikan untuk menumbuhkan nalar kritis, rasa ingin tahu, dan kepedulian terhadap lingkungan pada generasi muda.

PROTIBAGURU Diluncurkan dalam ICTB 2026

Dalam rangkaian kegiatan ICTB 2026, turut diluncurkan PROTIBAGURU (Program Praktik Baik Guru Berkelanjutan).

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam mengintegrasikan literasi lingkungan, STEM, dan bioteknologi ke dalam kurikulum pembelajaran.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Dr. Edi Santosa, menyampaikan bahwa ICTB 2026 dirancang sebagai wadah terpadu untuk menerjemahkan hasil riset sains menjadi kebijakan yang terarah, teknologi tepat guna, serta solusi yang dapat diterapkan secara langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, tantangan ekosistem tropika saat ini semakin saling terkait dan kompleks sehingga membutuhkan pendekatan solusi yang terintegrasi.

Melalui konferensi tersebut, SEAMEO BIOTROP ingin mempertemukan berbagai gagasan, memperluas kolaborasi penelitian, sekaligus mempersiapkan peneliti muda dan mahasiswa sebagai penerus masa depan konservasi.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Direktur Program SEAMEO Secretariat, Mr John Arnold Siena, menyambut baik komitmen regional yang dibangun dalam konferensi tersebut.

Ia menekankan bahwa kemitraan lintas batas di Asia Tenggara menjadi kunci strategis dalam merespons krisis keanekaragaman hayati secara kolektif.

Sementara itu, Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan dan Wali Kota Bogor Drs. Dedie Abdul Rachim menyampaikan kebanggaannya atas dipilihnya Kota Bogor sebagai pusat pertemuan saintifik dunia yang menjembatani sains, inovasi, dan masyarakat.

ICTB 2026 Dorong Aksi Nyata untuk Kawasan Tropis

Penyelenggaraan ICTB 2026 pada 5–7 Oktober 2026 turut menghadirkan keynote speech dari Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pameran inovasi keanekaragaman hayati serta tinjauan lapangan ke Kebun Raya Bogor dan laboratorium hidup Kampus SEAMEO BIOTROP.

Melalui ICTB 2026, SEAMEO BIOTROP kembali menegaskan komitmennya untuk membangun jembatan antara penelitian dan penerapannya di lapangan.

Forum internasional ini diharapkan menghasilkan jejaring kolaborasi, pertukaran pengetahuan, rekomendasi kebijakan (policy brief), serta aksi nyata untuk mendukung terwujudnya kawasan tropis yang tangguh, lestari, dan berdaya saing global.

Download article

Share this article