SEAMEO BIOTROP Dorong Guru SMK Jadi Agen Perubahan Kelola Lahan Suboptimal
channelsulawesi.id - on 02 Sep 2026

Source: https://channelsulawesi.id/2026/09/01/seameo-biotrop-dorong-guru-smk-jadi-agen-perubahan-kelola-lahan-suboptimal/

Summary:

PALU, CS – SEAMEO BIOTROP bersama Universitas Tadulako (Untad) menggelar Pelatihan Nasional Pengelolaan dan Pemanfaatan Lahan Suboptimal di Laboratorium Terpadu Untad, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (1/9/2026).

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 September 2026, tersebut diikuti 34 peserta yang terdiri dari guru SMK, dosen, serta perwakilan instansi pemerintahan.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, serta PKR Mikroba Karst Universitas Hasanuddin.

Deputi Direktur Bidang Program SEAMEO BIOTROP, Dr. rer. nat. Doni Yusri, S.P., M.M., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program unggulan atau flagship SEAMEO BIOTROP 2026.

Menurutnya, program tahun ini diarahkan untuk mentransfer pengetahuan kepada guru agar dapat menjadi agen perubahan sekaligus agen transformasi di lingkungan sekolah masing-masing.

“Guru SMK kami pilih karena memiliki kemampuan menjembatani pengetahuan ilmiah dengan bahasa dan praktik yang mudah diterima masyarakat,” ujar Doni.

Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 70 juta hektare lahan suboptimal yang sebagian besar masih berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan produktif apabila dikelola secara tepat.

Namun, kata dia, lahan tersebut juga dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan hingga memicu bencana apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, materi pelatihan disusun dengan menyesuaikan kondisi lahan di masing-masing daerah. Peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai lahan suboptimal secara umum, tetapi juga dibekali pengetahuan untuk mengoptimalkan lahan basah, lahan kering, lahan lereng, lahan gambut hingga lahan sekolah.

Doni mengatakan, kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Universitas Bengkulu pada Mei 2026 dan Universitas Palangka Raya pada Juli 2026. Palu menjadi kota ketiga pelaksanaan pelatihan nasional tersebut.

Ia menambahkan, program tidak berhenti pada pelatihan. Sesuai roadmap SEAMEO BIOTROP, sekolah yang berhasil menerapkan materi pelatihan akan dimonitor pada tahun berikutnya.

Sebagian sekolah nantinya berpeluang dijadikan lokasi percontohan pemberdayaan lingkungan bersama masyarakat melalui kerja sama dengan Untad.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. sc. agr. Aiyen Tjoa, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ayen menyatakan Untad siap menjadi mitra dalam tindak lanjut program pengelolaan dan pemanfaatan lahan suboptimal.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini, M.Si., S.Pd., mengapresiasi pelatihan tersebut dan meminta para guru mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

Pelatihan yang berlangsung selama 32 jam itu mencakup lima materi utama, yakni konservasi dasar lahan suboptimal termasuk biopori, identifikasi air dan tanah tercemar, identifikasi gulma sebagai bio-indikator, teknik berkebun adaptif, serta pembuatan kompos dan pupuk hayati.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teori. Sementara hari kedua dan ketiga lebih banyak diisi dengan praktik lapangan.

Narasumber berasal dari SEAMEO BIOTROP, Untad, PKR Mikroba Karst Universitas Hasanuddin, dan IPB University, baik secara luring maupun daring.

Sebagai bagian dari luaran kegiatan, seluruh peserta diwajibkan menyusun rencana tindak lanjut atau action plan. Rencana tersebut kemudian akan dipresentasikan pada hari terakhir pelatihan sebagai bentuk kesiapan peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lingkungan sekolah masing-masing. *


Download article

Share this: