Tingkatkan Kompetensi TIK Guru SLB, Kementrian Hadirkan Inovasi Pembelajaran Inklusif
inilahkoran.id - on 23 Jul 2026

Source: https://www.inilahkoran.id/tingkatkan-kompetensi-tik-guru-slb-kementrian-hadirkan-inovasi-pembelajaran-inklusif?utm_source=whatsapp

Summary:

INILAHKORAN.ID - Direktorat guru  Pendidikan Menengah dan  Pendidikan Khusus (PMPK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi pendidikan inklusif. 

Langkah ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi guru Sekolah Luar Biasa (SLB) di bidang Keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).  

Pelatihan yang berlangsung di Hotel Rizen Padjajaran, Kota Bogor ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru agar mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. 

Melalui program ini, peserta didik berkebutuhan khusus diharapkan bisa lebih mandiri dan adaptif dalam menghadapi dunia kerja.  

Staf Khusus Menteri Dikdasmen Bidang pendidikan inklusif, Rita Pranawati, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para guru SLB. Menurutnya, mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK) memerlukan kesabaran dan komitmen yang luar biasa.  

"Tidak banyak orang yang bersedia bekerja di SLB. Hanya sedikit yang memilih mengabdikan dirinya untuk sekolah luar biasa. Karena itu, dedikasi para guru layak mendapatkan apresiasi," ungkap Rita, Senin (20/7/2026).

Seleksi Ketat dari Ratusan Pendaftar
Antusiasme guru terhadap program ini tergolong sangat tinggi. Pada tahap awal, tercatat sebanyak 855 guru SLB dari berbagai provinsi di Indonesia mendaftarkan diri.  

"Setelah verifikasi administrasi, 812 guru dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti pembelajaran daring. Berdasarkan evaluasi akademik dan keterwakilan wilayah, 30 guru terbaik kemudian dipilih untuk mengikuti pelatihan praktik secara luring di Bogor," jelas Rita.

Mengenal 'Lalubi': Etalase Karya ABK Tingkat Nasional
Selain penguasaan teknologi, Kemendikdasmen juga fokus pada penguatan ruang apresiasi bagi karya para siswa. Untuk itu, Direktorat guru PMPK memperkenalkan Lapak Luar Biasa (Lalubi).  

Lalubi merupakan sebuah platform digital yang dirancang sebagai ruang apresiasi bagi hasil karya peserta didik khusus dari seluruh penjuru Indonesia.  

Direktur guru PMPK, Arif Jamali, menerangkan bahwa selama ini banyak karya ABK yang hanya dikenal di lingkungan sekolah karena keterbatasan ruang pameran.  

"Tujuan utama platform ini bukan semata-mata mendorong penjualan produk, melainkan menjadi simbol penghargaan agar masyarakat tahu bahwa ABK mampu menciptakan karya yang berkualitas dan layak memperoleh pengakuan yang sama," terang Arif.  

Sinergi Internasional dan Pemerataan Wilayah 3T
Pengembangan platform Lalubi ini turut didukung lewat kolaborasi dengan berbagai mitra, salah satunya lembaga internasional SEAMEO BIOTROP yang berfokus pada keterampilan pertanian berbasis teknologi.  

Manajer Department Human Center and Innovation SEAMEO BIOTROP, Dewi Suryani Oktavia Basuki, menyebutkan bahwa hasil karya dari program pertanian tersebut nantinya juga akan dipublikasikan lewat Lalubi agar dikenal luas oleh masyarakat.   Teknologi& Rekayasa

Di sisi lain, Ketua Tim Kerja Pembelajaran, Kesejahteraan, dan Penghargaan Direktorat guru PMPK, Dr. Ahmad Budidarma, memastikan bahwa program ini menjunjung tinggi pemerataan akses. Peserta tidak hanya didominasi oleh guru dari kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).  

"guru dari wilayah perbatasan seperti Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, juga kami hadirkan dalam pelatihan ini. Ini wujud komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan pemerataan layanan bagi seluruh guru pendidikan khusus di Indonesia," pungkasnya.

Download article

Share this: