Gandeng Universitas Bengkulu, BIOTROP Dorong Pemanfaatan Lahan Sub-Optimal
rri.co.id - on 21 May 2026

Source: https://rri.co.id/bengkulu/regional/2424049/seameo-biotrop-dorong-pemanfaatan-lahan-sub-optimal-di-bengkulu?nocache=true

Summary:

RRI.CO.ID, Bengkulu - SEAMEO BIOTROP memberikan pelatihan kepada 30 guru SMA dan SMK se-Provinsi Bengkulu terkait pengolahan lahan sub-optimal, pada Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari program edukasi dan transfer teknologi yang terus diperluas oleh lembaga tersebut ke berbagai daerah di Indonesia.

Pelatihan yang digelar di Universitas Bengkulu itu dibuka langsung oleh Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata. Ia menyampaikan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mendukung peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan di daerah.

Menurut Indra Cahyadinata, Bengkulu memiliki potensi sumber daya alam yang besar namun memerlukan pengelolaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan guru di sekolah sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Edi Santoso, dalam arahannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas penyebaran inovasi teknologi pertanian melalui dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta kolaborasi dengan Universitas Bengkulu dan PKR Karst Microbes–LPPM Universitas Hasanuddin. Ia menyebutkan, pada tahun 2025 sekitar 150 sekolah dan lebih dari 500 guru di Indonesia telah mengikuti program pelatihan nasional yang dilaksanakan SEAMEO BIOTROP.

Pada tahun 2026, program tersebut ditargetkan menjangkau 15 provinsi dengan empat fokus utama, yakni pengelolaan lahan suboptimal, ekonomi sirkular, smart carbon farming, dan geopark education model. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan lingkungan dan ketahanan pangan berbasis teknologi di berbagai wilayah Indonesia.

Deputi Direktur SEAMEO BIOTROP, DR. Doni Yusri, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru mengenai pemanfaatan lahan yang mengalami penurunan produktivitas. Menurutnya, guru diharapkan menjadi agen penyebaran pengetahuan kepada siswa maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ia menjelaskan lahan sub-optimal merupakan lahan yang memiliki keterbatasan tertentu seperti terlalu asam, terlalu asin, tergenang air, maupun mengalami degradasi akibat aktivitas manusia. Kondisi tersebut membuat lahan sulit dimanfaatkan secara maksimal tanpa pendekatan teknologi dan perlakuan khusus.

Doni Yusri menyebut kategori lahan sub-optimal mencakup lahan rawa, lahan gambut, lahan salin, hingga lahan pasang surut yang dipengaruhi air laut. Selain itu terdapat pula lahan kering masam dan lahan yang mengalami kerusakan akibat penggunaan berlebihan sehingga memerlukan rehabilitasi dan pengelolaan khusus.

Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai metode pengelolaan lahan agar kembali produktif dan memiliki nilai ekonomi. Selain itu, pendekatan konservasi tetap menjadi perhatian utama agar pemanfaatan lahan tidak merusak lingkungan.

Doni Yusri menuturkan Bengkulu dipilih karena memiliki potensi lahan yang cukup besar untuk dikembangkan melalui konsep pengelolaan lahan sub-optimal. Menurutnya, berbagai karakteristik lahan di Bengkulu membutuhkan inovasi dan penerapan teknologi tepat guna agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan bekerja sama dengan Universitas Bengkulu sebagai mitra akademik di daerah. Kerja sama dengan perguruan tinggi dinilai penting untuk mendukung transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat lokal.

Kegiatan ini diapresiasi oleh Kabid SMK Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Zahirman Aidi mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut. Pasalnya SMK membutuhkan ilu yang mudah dan bisa dipraktekan secara langsung.

Sementara pelatihan berlangsung, juga digelar seminar regional diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari unsur pendidik, peneliti, mahasiswa, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat umum. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, memadukan luring dan daring, dengan pusat kegiatan di Ruang Rapat 1 Gedung Layanan Terpadu (GLT) Universitas Bengkulu.

Download article

Share this: