Source: https://radarbogor.jawapos.com/
Summary:
PENDIDIKAN merupakan kunci utama menuju masa depan yang cerah. Namun, pendidikan kita saat ini masih berhadapan dengan tantangan yang besar seperti kurangnya kesadaran peduli lingkungan, rendahnya minat siswa mengenai pengetahuan alam, dan kurang nya partisipasi komunitas dalam mendukung kemajuan pendidikan di Tengah tantangan ini.
Muncul sebuah konsep inovatif yang menjadi solusi yaitu Geopark. Dengan memanfaatkan sumber daya alam dan kebudayaan lokal, Geopark menjadi salah satu kunci kemajuan pendidikan berbasis komunitas yang efektif dan berkelanjutan. Konsep geopark bukan sekadar kawasan wisata alam.
Menurut UNESCO, geopark adalah wilayah dengan warisan geologi yang memilikinilai internasional, dikelola dengan pendekatan konservasi, edukasi, dan Pembangunan berkelanjutan. Di Indonesia, beberapa kawasan telah diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geoparks. Selama ini, pembelajaran sering kali terpisah dari biologi, sejarah dipisahkan dari ekonomi, dan sains jarang dikaitkan dengan budaya lokal. Geopark menghadirkan pendekatan integratif. Dalam satu kawasan, siswa dapat mempelajari proses pembentukan bumi (geodiversitas), kekayaan hayati (biodiver sitas), hingga kearifan lokal masyarakat (cultural diversity).
Geopark dapat meningkatkan kesadaran lingkungan kepada siswa terhadap pentingnya lingkungan dan geologi, selain itu geopark dapar meningkatkan keterampilan siswa dalam STEM (Sais, Teknologi, Teknik, dan Matematika). Partisipasi komunitas dalam pengenalan geopark kepada satuan pendidikan sehingga siswa dapat belajar dari pengalaman nyata dan keterampilan yang dibutuhkan masyarakat.
Geopark menyediakan ruang untuk menanamkan literasi lingkungan sejak dini. Siswa belaja bahwa konservasi bukan slogan, melainkan kebutuhan. Mereka melihat langsung hubungan antara eksploitasi sumber daya dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Di sinilah revolusi pendidikan me nemukan maknanya: perubahan cara pandang. Dari Pendidikan yang berorientasi nilai angka menjadi pendidikan yang berorientasi nilai kehi dupan.
Salah satu contoh sukses pengembangan pendidikan dengan Geopark adalah Geopark Sewu. Geopark ini digunakan sebagai media pembelajar dalam kontekstual literasi digital siswa, siswa dapat meningkatkan keterampilan navigasi digital dan pengenalan konten digital.
Jika dikelola dengan serius, geopark bisa menjadi pusat pembelajaran abad ke-21 meng integrasikan sains, budaya, teknologi, dan kewirausahaan dalam satu ekosistem pendidikan. Geopark dapat menjadi kunci sukses pendidikan dengan mendorong kesadaran lingkungan, keterampilan siswa serta adanya partisipasi komunitas sehingga Geopark memiliki manfaat dalam pengem bangan konsep pendidikan ya ng inovatif dan merevolusi.
Revolusi pendidikan bukan semata soal digitalisasi atau teknologi canggih. Ini tentang relevansi, tentang bagaimana ilmu pengetahuan terhubung dengan tanah tempat kita berpijak. Geopark mengajarkan bahwa bumi bukan hanya objek eksploitasi, melainkan ruang belajar yang tak terbatas. Disanalah sains bertemu budaya, dan pendidikan bertemu kehidupan.
SEAMEO BIOTROP merencana kan pengembangan program GEM (Geopark Educa tional Model), sebuah pendekatan pendidikan inovatif yang mengintegrasikan geodiversity, biodiversity, dan cultural heritage ke dalam proses pembelajaran. Program ini akan menjadi salah satu pilar dalam implementasi misi BIOTROP terkait Pendidikan lingkungan, konservasi sumberdaya alam, dan pengembangan komunitas berkelanjutan.
Pendekatan ini sejalan dengan kerangka pembangunan berkelan jutan yang menekankan integrasi konservasi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan model edukasi berbasis biodiversitas melalui kebun edukatif tanaman obat, sayur, dan buah tidak hanya memperkuat kapasitas pembelajaran kontekstual. Melalui GEM, Geopark diharapkan berfungsi sebagai labo ratorium hidup (living class room) yang menghubungkan sains, budaya, dan kehidupan masyarakat. Model ini tidak hanya menekankan aspek pendi dikan formal, tetapi juga menumbuhkan pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar Geopark melalui kegiatan edukatif, ekowisata, dan inovasi lokal.(*)
Download article