Kolaborasi 4 Pihak Tanam 3.500 Mangrove dan Pohon Langka di KUA Tangerang
rm.id - on 28 Dec 2022

Source: https://rm.id/baca-berita/nasional/154648/kolaborasi-4-pihak-tanam-3500-mangrove-dan-pohon-langka-di-kua-tangerang

Summary:

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat sudah mengenal hubungan saling menguntungkan antara keberadaan mangrove dengan ikan dan kepiting. Pada habitat mangrove yang bagus akan tersedia pakan melimpah untuk ikan dan kepiting. Selain itu, keberadaan mangrove yang baik akan menghalangi datangnya ombak besar ke daratan. Atas hal itu, mangrove sering disebut menjadi tameng berkelanjutan bagi masyarakat dari ancaman gelombang dan tsunami.

“Sayangnya, saat ini mangrove di Indonesia sedang terjadi kerusakan yang parah. Luas mangrove Indonesia yang mencapai 3,5 juta hektar, mengalami kerusakan lebih dari 50 persen. Kerusakan ini diakibatkan oleh sebagian pihak, mengancam keselamatan masyarakat dan sudah pasti mengancam satwa yang tinggal pada habitat mangrove,” ucap Deputi Bidang Revolusi Mental, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Didik Suhardi dalam acara “Gerakan Penanaman Mangrove dan Pohon Langka Nusantara, Tak Lelah Hijaukan Bumi”, di Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (27/12).

Menurut berbagai riset, lanjut Didik, cadangan karbon mangrove sangat tinggi, terutama untuk karbon tanah mangrove. Hal ini yang menjadikan banyak pihak memiliki perhatian yang besar untuk mengkonservasi dan melakukan rehabilitasi mangrove. Kegiatan pencegahan deforestasi dan rehabilitasi mangrove sekarang dikenal dengan bagian aktivitas blue carbon.

Manfaat mangrove yang besar inilah yang mendorong DPP Himpunan Alumni IPB, SEAMEO BIOTROP, IPB University, ICMI, Pemda Tangerang, Badan Eksekutif Mahasiswa IPB, HMI Cabang Bogor, dan para pihak lainnya melakukan kolaborasi dalam kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, di Tangerang. Kolaborasi ini tidak hanya menanam mangrove, tapi juga sekaligus menanam berbagai pohon langka nusantara. Ada sekitar 3.500 mangrove dan tujuh jenis pohon langka nusantara yang ditanam.

“Penanaman pohon langka nusantara dalam satu paket dengan penanaman mangrove menjadi kabar istimewa. Kedua aktivitas ini sangat penting maknanya bagi keanekaragaman hayati Indonesia dan juga pelestarian biodiversity khas Indonesia,” terang Didik.

Beberapa jenis pohon langka yang ditanaman adalah eboni (Diospyros celebica) tanaman khas Sulawesi, ulin (Eusideroxylon zwageri) tanaman khas Kalimantan, kepuh (Sterculia foetida), nyamplung (Calophyllum inophyllum), kemang (Mangifera kemanga), manggis hutan (Garcinia sp), dan buni (Antidesma Bunius). Pohon langka ini merupakan hadian dari SEAMEO BIOTROP, DPP Himpunan Alumni IPB dan IPB University untuk Pemda Kabupaten Tangerang.

Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Kegiatan kerja sama multipihak ini dilakukan di Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kegiatan akan dimulai dari pukul 07.00 sampai selesai. Pemilihan lokasi di KUA, karena tempat ini strategis dan sudah terkenal di Indonesia dan mancanegara.

“Kabupaten Tangerang merupakan salah satu kabupaten yang dikenal sebagai salah satu kabupaten yang berhasil melakukan rehabilitasi dan konservasi mangrove,” ucapnya.

Kegiatan Gerakan Penanaman mangrove dan pohon langka ini akan dihadiri Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Prof Arif Satria, Bupati Kabupaten Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Direktur SEAMEO BIOTROP Zulhamsyah Imran, Wakil Ketua Umum DPP Himpunan Alumni IPB Ivan Kuntara, dan sejumlah pejabat serta pemerhati lingkungan kainnya.

Selain kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, kegiatan ini juga akan diisi dengan lomba mewarnai untuk anak TK dan sekolah dasar. Hal ini bertujuan untuk memberikan edukasi lingkungan sejak dini pada anak. Kegiatan mewarnai diikuti 35 anak sekolah yang tinggal di sekitar KUA.

Empat Tujuan Strategis
Kegiatan kolaborasi multipihak ini sudah dilakukan DPP Himpunan Alumni IPB, IPB University, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan para pihak lainnya sejak 2018. Kegiatan konservasi pohon langka nusantara dan mangrove ini mendapatkan apresiasi luas dari pemerhati lingkungan, ilmuwan, peneliti, perguruan tinggi nasional dan internasional.

Kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara ini sangat strategis bukan hanya lokasinya yang dekat ibu kota tapi juga momentum yang tepat. Dengan semakin hangatnya isu blue carbon sebagai penyerap emisi dan isu konservasi pohon langka nusantara, maka penanaman serentak dua isu besar ini menjadi begitu bermakna.

Minimal ada empat tujuan besar dari program penanaman mangrove dan pohon lang ini. Keempat tujuan strategis tersebut adalah edukasi lingkungan, penyerapan emisi, kolaborasi multipihak. dan konservasi pohon langka. Keempat tujuan ini akan dapat dicapai pada satu kegiatan dan diharapkan kedepan akan makin banyak kolaborasi multipihak yang akan menanam mangrove dan pohon langka nusantara. Jika pada waktu bersamaan ada pihak yang merusak mangrove dan mengganggu kelestarian pohon langka nusantara maka DPP HA IPB, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan IPB University, tak akan lelah menanam–hijaukan bumi.


Download article

Share this: