Book Review
Reclamation of Mine-Impacted Land for Ecosystem Recovery
by : Nimisha Tripathi, Raj Shekhar Singh, Colin D. Hills
Recent Publications
Praktik Pengelolaan Limbah Padat dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
by : Arief Sabdo Yuwono, Wiranda Intan Suri, Elsy Gustika Buana, Rosidana, Afu Vianti Driantika, Priscilia Dana Mentari, Agung Abdul Raup, Nanda Savira Ersa
Status

Update: 19 Sep 2018
Published: since 1 Mar 2008

Online Users: 9

 

Copyright © 2011
SEAMEO BIOTROP
All Rights Reserved.

BIOTROP on FacebookFollow us on Facebook

us on Twitter

ISO 9001:2008 Certified

ISO 17025:2005 Certified

KNAPPP Certified
Posted: Sat, 20 Dec 2008 05:42
Nike, yang selalu dinanti……. - 3157 time(s) visited
Shared this through:


Oleh: Sutrisno Sukimin

Bagi masyarakat Gorontalo nama ikan nike sudah tidak asing dan bahkan ikan nike sudah merupakan trade mark di kawasan ini. Berita ikan nike sudah tersebar dan sangat populer bagi orang-orang yang pernah datang ke Provinsi Gorontalo. Bagi penulis, ikan nike sangat menarik, karena saat mendengarkan cerita dari masyarakat bahwa sejak dahulu sampai sekarang, keberadaan ikan nike dan hasil tangkapan nelayan di muara Sungai Bone dari waktu ke waktu sangat berlimpah dan penangkapannya hanya dilakukan pada saat bulan gelap. Ikan nike selain mempunyai arti nilai ekonomis bagi nelayan dan masyarakat Gorontalo, namun ikan nike mempunyai arti penting secara ekologis, yaitu menunjukkan sangat pentingnya ekosistem perairan muara Sungai Bone untuk memenuhi sebagian dari daur hidup ikan nike dalam proses peremajaan (recruitment) yaitu proses penetasan (pembuahan) hingga stadia juvenile. Seperti telah diketahui bahwa stadia pembuahan (penetasan) telur sampai stadia larva, merupakan stadia kritis untuk keberlangsungan kehidupan anak-anak ikan yang diperlukan dalam proses peremajaan (stock recruitment). Keberadaan ikan nike di muara Sungai Bone walaupun sampai sekarang penulis hanya mengamati sekali dan belum mengetahui nama ilmiahnya, dapat menggambarkan pentingnya habitat tersebut untuk memenuhi sebagian dari stadia daur hidup ikan nike, yaitu stadia juvenile karena ikan ini tinggal di muara Sungai Bone bersifat sementara (temporary species). Untuk hal ini, maka penulis mencoba melihat ikan nike berdasarkan pendekatan biologi perikanan.

Biologi perikanan adalah studi mengenai ikan sebagai sumber daya yang dapat dipanen oleh manusia (ekonomis/non-ekonomis). Biologi perikanan mempelajari daur hidup ikan, mulai dari lahir sampai mati yang meliputi: (a) aspek reproduksi ikan antara lain seksualitas, awal daur hidup dan embriologi, fekunditas, tingkat kemantangan gonad, umur pada waktu mencapai kematangan gonad, kecepatan survival dan mortalitas pada tahap-tahap daur hidup; (b) distribusi ekologi, ruaya dan tingkah laku ikan dalam 24 jam atau dari musim ke musim; dan (c) populasi serta faktor-faktor yang mengontrolnya, antara lain kecepatan pertumbuhan, kebiasaan dan cara makan, persaingan dan pemangsaan. Kepentingan mempelajari biologi perikanan adalah untuk pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ikan yang berkelanjutan.

Ikan nike

Apabila kita melihat hasil tangkapan ikan nike oleh nelayan ada beberapa indikator penting yang dapat kita ketahui, yaitu:

1. Penangkapan ikan nike oleh nelayan terjadi pada bulan gelap dan ukuran ikan yang tertangkap pada stadia juvenile (post larva) menggunakan alat tangkap sejenis beach seines dengan mesh size yang sangat kecil (kurang dari ½ inchi). Hasil tangkapan ikan nike yang berukuran kecil (juvenile) mengindikasikan bahwa proses pembuahan terjadi di sekitar muara Sungai Bone dan telur-telur ikan nike ini berada di sekitar muara Sungai Bone akibat terbawa arus (drifting by current) ke daerah penetasan di sekitar muara. Hasil pengamatan lain menunjukkan bahwa proses pemijahan ikan nike terjadi setiap bulan gelap. Hanya pertanyaannya adalah apakah satu induk ikan nike memijah beberapa kali dalam satu tahun atau pada ukuran-ukuran panjang total atau umur berapa induk ikan nike sudah memijah dan puncak pemijahannya terjadi hanya pada bulan gelap ? Hasil pengamatan mengindikasikan bahwa pembuahan dan penetasan telur terjadi beberapa hari sebelum ikan-ikan nike ditangkap oleh nelayan dan ditandai oleh ukuran yang tertangkap sudah mencapai stadia juvenile (post larva) karena dibadan ikannya sudah tidak terdapat kuning telur (yolk eggs). Fungsi kuning telur sebagai bahan makanan cadangan yang diperlukan oleh anak ikan setelah telur menetas dan selama anak-anak ikan tersebut belum mampu memanfaatkan pakan di luar (perairan sekitarnya) antara lain disebabkan karena besaran ukuran makan di alam lebih besar apabila dibandingkan dengan mulut anak-anak ikan nike. Pada umumnya, telur jenis-jenis ikan teleost akan menetas antara 24-28 jam setelah pembuahan terjadi. Ada dugaan bahwa telur-telur ikan nike bersifat non-adhesive (melayang, mengapung atau rolling).

2. Berdasarkan ukuran hasil tangkapan ikan nike yang berada pada stadia juvenile diduga bahwa habitat yang diperlukan untuk proses penetasan/pembuahan telur sampai mencapai stadia juvenile memerlukan habitat estuary (ecotone ecosystem) dimana kandungan salinitasnya cenderung lebih rendah dibandingkan di laut. Keadaan ini menunjukkan bahwa kawasan muara Sungai Bone sampai saat ini merupakan habitat/kawasan yang sesuai dan tempat untuk penetasan/pembuahan telur sampai mencapai stadia juvenile. Kelayakan habitat dalam proses recruitmen di muara Sunagi Bone berdasarkan aspek fisika (antara lain salinitas, suhu dan turbiditas), kimia (oksigen terlarut, pH) dan biologi (ketersediaan pakan/fitoplankton baik kualitas dan kuantitas yang sesuai dengan ukuran mulut ikan pada stadia post-larva) serta tidak adanya bahan-bahan toksik di perairan yang dapat menyebabkan kematian anak-anak ikan.

3. Muara Sungai Bone dapat diklasifikasikan sebagai habitat penetasan/pembuahan bagi telur-telur ikan nike dan sebagai nursery ground bagi anak-anak ikan nike yang baru menetas. Keberadaan ikan nike di muara sungai merupakan jenis ikan yang bersifat temporary, yaitu anak-anak ikan nike akan berada di muara sungai hanya dalam periode pre-larva sampai juvenile dan selanjutnya setelah stadia juvenile ikan-ikan ini akan melakukan ruaya ke daerah pembesaran (feeding ground) dan daerah pemijahan (spawning ground). Hanya pertanyaannya adalah apakah ikan-ikan nike tersebut akan beruaya ke daerah hulu (Danau Limboto) atau ke laut.

Hasil analisis dan evaluasi keadaan di atas terhadap habitat (ekosistem estuary) dan proses rekruitmen ikan nike di muara Sungai Bone, maka perlu diperhatikan beberapa hal menyangkut aspek lingkungan dan keberlanjutan sumberdaya ikan nike:

1. Sangat disadari bahwa kawasan/ekosistem estuary di muara Sungai Bone sangat penting bagi keberlanjutan populasi ikan nike, karena habitat tersebut merupakan daerah penetasan/pembuahan dan nursey ground untuk anak-anak ikan nike selama stadia pre-larva sampai stadia juvenile. Ikan nike seperti halnya ikan-ikan lainnya, mempunyai pola ruaya yang disebut Reproductive Homing, yaitu induk ikan akan melakukan ruaya untuk pemijahan ketempat dimana induk ikan itu dulu dilahirkan. Dalam arti kata bahwa induk-induk ikan nike akan selalu kembali melakukan pemijahan di sekitar muara Sungai Bone. Berdasarkan pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa sebaiknya kita harus menjaga kelestarian ekosistem muara Sungai Bone akibat berbagai faktor anthropogenic seperti pencemaran domestik dan pertanian yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup ikan nike.

2. Pengkajian stok ikan nike perlu dilakukan yang bertujuan untuk pelestarian populasi ikan nike. Walaupun sejak dahulu jumlah hasil tangkapan ikan nike selalu berlimpah, maka perlu kiranya saat ini dicatat data hasil tangkapan dan jumlah alat tangkap secara time series untuk melihat trend hasil tangkapan per waktu.

3. Masih banyak masalah biologi ikan nike yang perlu dipelajari dan untuk itu maka perguruan tinggi, lembaga penelitian dan juga komitmen fihak-fihak pengambil kebijakan melakukan penelitian maupun pengawasan bagi kelestarian sumberdaya perikanan ikan nike.

Semoga sumberdaya perikanan di Provinsi Gorontalo dapat terus meningkat, karena sektor perikanan baik perikanan air tawar dan laut selain dapat merupakan matapencaharian (livelihood) masyarakat sekitar dan penyedia protein maka isu global saat ini (MDG’s) adalah pentingnya masalah ketahanan pangan (food) dan lingkungan (environmental health) perlu ditingkatkan.

Penulis adalah peneliti SEAMEO BIOTROP dan pengamat lingkungan.