Kemendikdasmen dan SEAMEO BIOTROP Perkuat Keterampilan Pertanian bagi Siswa SLB
voi.id - on 09 Jun 2026

Source: https://voi.id/berita/578515/kemendikdasmen-dan-seameo-biotrop-perkuat-keterampilan-pertanian-bagi-siswa-slb

Summary:

BOGOR — Kementerian  Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama SEAMEO BIOTROP menyiapkan program penguatan keterampilan pertanian bagi siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di berbagai daerah. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus melalui sektor agromaritim.

Langkah awal program tersebut dilakukan melalui pelatihan teknis intensif bagi guru-guru SLB dari berbagai provinsi yang berlangsung di Kantor SEAMEO BIOTROP, Bogor, Rabu 3 Juni.
Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamal, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru sekaligus memperkuat implementasi pembelajaran keterampilan pertanian di sekolah.

Menurutnya, selama ini materi keterampilan bertani memang telah masuk dalam kurikulum SLB. Namun, banyak guru yang mengajar mata pelajaran tersebut tidak memiliki latar belakang  pendidikan pertanian sehingga harus belajar secara mandiri.

"Tujuan utamanya ada dua: selain meningkatkan kemampuan guru, kami ingin anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kemandirian melalui sektor pertanian ini. Targetnya tidak mutlak harus menjadikan mereka petani, tetapi menjadikan pertanian sebagai sarana agar mereka bisa tumbuh menjadi siswa yang mandiri," ujar Arif Jamal.Pendidikan

Program pelatihan tersebut merupakan tahap kedua dari rangkaian pembekalan nasional. Sebelumnya, lebih dari 670 guru SLB dari berbagai daerah telah mengikuti pelatihan daring. Dari jumlah tersebut, dipilih 30 guru terbaik dari 21 provinsi untuk mengikuti pelatihan tatap muka di Bogor.

Para peserta berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari guru matematika, pendidikan luar biasa (PLB), psikologi, hingga olahraga.

"Tadi saya sempat bertanya langsung kepada peserta, ternyata ada yang latar belakangnya guru matematika, guru PLB, psikologi, bahkan guru olahraga. Karena keterbatasan latar belakang keilmuan tersebut, selama ini mereka mengajarkan pertanian secara mandiri atau autodidak," kata Arif.

Selama mengikuti pelatihan, para guru mendapatkan berbagai materi praktik pertanian yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dengan lahan terbatas. Materi tersebut meliputi budidaya tanaman buah dalam pot (tabulampot), sistem akuaponik, budidaya ikan air tawar dengan metode biofloc, hingga hortikultura.

Selain keterampilan budidaya, peserta juga memperoleh materi tambahan terkait pemasaran digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan usaha berbasis pertanian.Sekolah Dasar & Menengah (K-12)

Direktur SEAMEO BIOTROP, Prof. Edi Santosa, mengatakan fokus utama kegiatan saat ini adalah memperkuat kapasitas guru agar mampu menerjemahkan materi teknis menjadi metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.

"Fokus kami saat ini adalah melatih para gurunya terlebih dahulu. Harapannya, setelah mendapatkan materi di sini, guru-guru tersebut mampu memformulasikan dan menyederhanakan ilmu yang didapat ke dalam metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa mereka di sekolah," ujar Edi.

Setelah pelatihan selesai, Kemendikdasmen akan melakukan pendampingan implementasi di sekolah masing-masing. Sementara itu, SEAMEO BIOTROP berencana melakukan kunjungan langsung ke sejumlah SLB peserta untuk memantau penerapan materi serta mengevaluasi perkembangan program.

Edi menilai respons peserta terhadap program tersebut sangat positif dan membuka peluang untuk memperluas cakupan pelatihan pada masa mendatang.

"BIOTROP memiliki banyak kegiatan yang sangat relevan dengan apa yang disampaikan Pak Direktur tadi. Insya Allah, melihat respons dan dampak positif yang sangat bagus dari para peserta, kami berencana menyusun agenda ini agar bisa menjadi program reguler ke depannya," katanya.Flora & Fauna

Melalui program ini, pemerintah berharap keterampilan pertanian tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran di SLB, tetapi juga menjadi bekal praktis yang dapat membantu siswa berkebutuhan khusus membangun kemandirian ekonomi dan sosial setelah menyelesaikan pendidikan.

Download article

Share this: