Book Review
Reclamation of Mine-Impacted Land for Ecosystem Recovery
by : Nimisha Tripathi, Raj Shekhar Singh, Colin D. Hills
Recent Publications
Praktik Pengelolaan Limbah Padat dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
by : Arief Sabdo Yuwono, Wiranda Intan Suri, Elsy Gustika Buana, Rosidana, Afu Vianti Driantika, Priscilia Dana Mentari, Agung Abdul Raup, Nanda Savira Ersa
Status

Update: 15 Nov 2018
Published: since 1 Mar 2008

Online Users: 5

 

Copyright © 2011
SEAMEO BIOTROP
All Rights Reserved.

BIOTROP on FacebookFollow us on Facebook

us on Twitter

ISO 9001:2008 Certified

ISO 17025:2005 Certified

KNAPPP Certified
Pelatihan Optimalisasi Teknologi SpasialUntuk Penyusunan Rencana Rinci Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau Kecil
Widodo
Download Related Materials (leaflet/brosur/etc.): | File 1 |

 

Latar Belakang
Secara geografis Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia. Data Food and Agriculture Organization tahun 2012, Indonesia pada saat ini menempati peringkat ketiga terbesar dunia dalam produksi perikanan di bawah China dan India. Selain itu, perairan Indonesia menyimpan 70% potensi minyak karena terdapat kurang lebih 40 cekungan minyak yang berada di perairan Indonesia. Dari angka ini hanya sekitar 10% yang saat ini telah dieksplor dan dimanfaatkan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum merasakan peran signifikan dari potensi maritim yang dimiliki yang ditandai dengan belum dikelolanya potensi maritim Indonesia secara maksimal. Beragamnya potensi maritim Indonesia, antara lain industri bioteknologi kelautan, perairan dalam (deep ocean water), wisata bahari, energy kelautan, mineral laut, pelayaran, pertahanan, serta industri maritim, sebenarnya dapat memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia. (sumber :http://setkab.go.id/menuju-indonesia-sebagai-negara-poros-maritim)

Guna mengoptimalkan potensi-potensi tersebut, perlu sebuah perecanaan yang sinkron dengan Rencana Tata Ruang Nasional, Provinsi dan Kabupaten/kota, sebagaimana Undang-undang Penataan Ruang mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta arahan pemanfaatan ruang wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dengan  menyusun Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil (RZWP-3-K) pada skala Provinsi dan Kabupaten.  Prencaanan yang dimaksud, meliputi pemetaan dan zonasi ruang pada wilayah laut yang meliputi wilayah pesisir, wilayah pulau-pulau kecil dan wlayah laut itu sendiri. Wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil akan menjadi bagian yang sangat vital dalam kerangka perencanaan wilayah maritim. Dalam perencanaan pemetaan dan zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang merefensi kepada peraturan tentang RZWP-3-K, maka dalam prosesnya harus mempertimbangkan: keserasian, keselarasan dan keseimbangan dengan daya dukung, ekosistem, fungsi pemanfaatan dan fungsi perlindungan, dimensi ruang dan waktu, dimensi teknologi dan sosial budaya, serta fungsi pertahanan dan keamanan; keterpaduan pemanfaatan berbagai jenis sumber daya data, fungsi, estetika lingkungan, dan kualitas lahan pesisir; serta wajib mengalokasikan ruang dan akses masyarakat dalam pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Sama halnya dengan RTRW Daerah, nantinya pemetaan dan zonasi rinci ruang laut dapat menjadi dasar dalam penyusunan materi teknis untuk RZWP-3-K serta ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan berlaku selama 20 tahun dan dapat ditinjau kembali dalam 5 tahun. Memetakan dan menganalisis wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, diperlukan ketersediaan data yang dapat mendukung proses penyusunan perencanaan selain metode serta pendekatan yang dapat menghasilkan informasi berkualitas dan parameter rinci yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan RZWP-3-K. Pada pelatihan ini akan disampaikan bagaiamana mengoptimalkan data-data spasial yang dapat diakses secara online seperti open ocean data, citra satelit serta data lain yang memiliki spesifikasi yang sesuai dengan kaidah analisis secara spasial. Selain itu juga akan disampaikan tehnik-tehnik praktis penggunaan teknologi spasial untuk penggunaan beberapa perangkat lunak pengolah data yang dapat digunakan baik yang berbayar ataupun yang tidak berbayar.

Tujuan Pelatihan
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan teknis tentang :

  1. Konsep RZWP-3-K sebagai dasar penyusunan perencanaan ruang laut
  2. Perkembangan teknologi spasial dibidang kelautan
  3. Teknik memilih dan menggunakan open ocean data (OOD), Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) dan Citra Satelit Resolusi Menengah (CSRM)
  4. Teknik pengolahan dan analisis zonasi wilayah pesisir menggunakan open ocean data (OOD), Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) dan Citra Sateit Resolusi Menengah (CSRM)
  5. Teknik pemetaan dan analisis ruang laut menggunakan Marine Spatial Software

Peserta Pelatihan
Peserta yang diharapkan dapat mengikuti pelatihan ini adalah  staf pengajar perguruan tinggi, staf pengajar sekolah kejuruan geomatika, staf dari departemen teknis seperti BRKP, Dinas Perikanan dan Kelautan Daerah, NGO dan pihak-pihak lain yang tertarik. Peserta pelatihan diharuskan yang mahir menggunakan personal computer.

Materi Yang Akan Diberikan
Materi yang akan dibahas dalam pelatihan ini adalah: (1) Konsep RZWP-3K, (2) Pemilihan dan akuisisi Open Ocean Data (OOD), (3) Tehnik pengolahan Open Ocean Data (OOD), (4) Tehnik pemilihan dan akuisisi data CSRM dan CSRT dan Tehnik pengolahan data penginderaan jauh, (5) Tehnik analisis spasial untuk zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, (6) Integrasi data dalam Katalog Unsur Geografi Indonesia (KUGI) dan (7) Aplikasi perangkat lunak untuk pengolahan data spasial serta pengenalan tehnlogi terkini dibidang data spasial kelautan.

Lokasi dan Waktu Pelaksanaan
Pelatihan ini akan dilaksanakan di Kampus SEAMEO BIOTROP, Jl. Raya Tajur Km. 6, Bogor dan akan berlangsung pada tanggal 24-28 September 2018.

Pendaftaran Peserta
SEAMEO BIOTROP akan memberikan pembiayaan bagi peserta yang meliputi biaya pelatihan, konsumsi pelatihan, akomodasi, materi, data dan sertifikat. SEAMEO BIOTROP tidak memberikan biaya transportasi peserta dari dan ke tempat asal peserta. Calon peserta akan diseleksi sesuai dengan ketententuan SEAMEO BIOTROP dan panitia pelatihan. Calon Peserta yang tertarik untuk mengikuti pelatihan ini dapat mengirimkan formulir pendaftaran ke Laboratorium Remote Sensing dan Ekologi, SEAMEO BIOTROP, telp. 0251 8323848, ext. 213, cp (1) Widodo (email : widodo@biotrop.org, hp. 087770088977), (2) atau Capacity Building Unit (CBU) (email : cbu@biotrop.org)

Formulir Pendaftaran: http://link.biotrop.org/rzwp3k